Bahtiar Pimpin Rapat  Pengendalian Inflasi di Masa Pandemi

Bahtiar Pimpin Rapat  Pengendalian Inflasi di Masa Pandemi

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bahtiar Baharuddin memimpin langsung rapat pengendalian inflasi daerah Kepri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri dan pihak terkait lainnya. Rapat tersebut berkaitan dengan perumusan strategi dan langkah-langkah pengendalian inflasi dalam masa pandemi Covid-19.

“Inflasi tahun ini berbeda jauh dengan inflasi tahun sebelumnya karena ada pandemi Covid-19. Maka itu saya berharap tim TPID Kepri bisa mencari strategi dan langkah-langkah stategis mengatasi inflasi di masa pandemi ini,” ujar Bahtiar.

Rapat tersebut dalam bentuk acara High Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah Kepulauan Riau dan Upaya Pengendalian Inflasi pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru pada perayaan Natal dan Tahun Baru serta Musim Angin Utara di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (11/11) malam.

Bahtiar menyampaikan penurunan permintaan dan perputaran uang masa pandemi ini bersumber dari penurunan aktivitas ekonomi. Maka itu, paradigma pengukuran ekonomi saat ini harus disesuaikan paradigma pengukuran masa pandemi.

“Kebutuhan dasar masyarakat kita hari ini termasuk alat-alat kesehatan seperti masker, sabun cuci tangan dah handsanitizer. Nanum kebutuhan seperti ini tidak dimaksudkan menjadi alat ukur inflasi disaat pandemi. Padahal belanja uang negara yang luar biasa untuk kesehatan dan begitu juga swasta yang biaya produksinya  bertambah untuk penyediaan alat-alat kesehatan pencegahan Covid-19,” ujar Dirjen Polpum Kemendagri.

Lebih lanjut, Bahtiar menyampaikan masyarakat untuk bisa produktif hari ini harus ditambah proteksi kesehatan dalam segala aktifitasnya. Dan ketika tidak merubah paradigma kehidupan dan bahwa kebutuhan dasar primer manusia dengan alat kesehatan, maka belum siapnya hidup beradaptasi ditengah pandemi.

“Ini harus kita persiapkan perang panjang penanganan  Covid-19, mustinya parameter ekonomi kita ditambahkan kebutuhan alat-alat kesehatan dan ekonomi harus kita adaptasikan dan juga pola pikir diadaptasikan bahwa kita hidup di tengah pandemi,” ungkapnya.

Selain itu, mantan Kapuspen Kemendagri ini mengatakan kalau rata-rata Inflasi Daerah bisa dikendalikan secara baik, maka akan berkontribusi positif terhadap pengendalian inflasi secara nasional dan ini terbukti pada Hari Pahlawan 10 November 2020.

“Ini sedang kami upayakan minggu-minggu terakhir dan puncaknya kemarin kami mengajak masyarakat Kepulauan Riau berswadaya, bersatu padu untuk menjadi pahlawan bagi manusia,” kata Bahtiar.

Disamping itu, Bahtiar meminta kepada semua stakeholder untuk tetap semangat bekerja, dan setiap hari diskusi kegiatan-kegiatan guna memikirkan, mencari jalan-jalan baru bagaimana memastikan Kepulauan Riau ini tetap tegak berdiri, karena sedang mengalami wabah Covid-19.

“Oleh karenanya, ini adalah tugas kita yang menjadi dua bagian yaitu kita harus bekerja dalam kondisi Covid-19 dan selanjutnya kita juga harus memastikan masyarakat kita tidak terpapar Covid-19, ekonomi berjalan dan kehidupan kemasyarakatan terus bergerak,” pintanya.

Terakhir, Bahtiar ingin pengendalian dilakukan secara konsisten. Jika  tidak bisa  maka akan dilakukann upaya exstraordinary dalam pengelolaan Pemerintah Daerah dan pembangunan daerah. Karena pemasukan negara berkurang dan kemampuan Daerah untuk membiayai kesehatan juga menjadi berkurang.

“Kita jalankan dengan istilah Bapak Presiden “Gas dan Rem”, kalau terjadi penurunan maka ditarik gas ekonominya, dan kalau kesehatan publiknya bermasalah maka direm atau diperketat protokol Covid-19,” tutupnya.

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.