Bangun Kepri dengan Jiwa Wirausaha

Bangun Kepri dengan Jiwa Wirausaha
Gubernur H Nurdin Basirun mengajak para pelajar untuk terus menumbuhkembangkan jiwa enterpreneur. Dari mental dan pola pikir yang lahir dengan jiwa tersebut akan menghasilkan kesuksesan di masa depan.
“Awal kemajuan pembangunan di Kepri akan bergerak cepat di kala banyak pemikiran dan jiwa-jiwa enterpreneur pada generasi muda,” ujar Nurdin saat membuka bazar keriwausahaan dan education expo dalam rangka SMANSA Fair 2018 di lapangan SMA Negeri 1, Tanjungpinang, Jumat (14/12) pagi.
Untuk itu, Nurdin berpesan agar para pelajar tidak mudah lelah. Jangan takut akan kegagalan karena keberhasilan yang diraih sesungguhnya bermula dari berbagai rintangan dan cobaan yang jika dihadapi dan dilewati akan berujung dengan keberhasilan.
“Jangan malu memulai usaha kecil-kecilan, terus maju dan semangat karna kesuksesan berawal dari hal kecil yang jika kita terus giat mengembangkan bakal lahir kesuksesan dikemudian hari,” lanjut Nurdin.
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, menurut Nurdin bahwa hal itu harus juga di sejalankan dengan kemampuan lainnya, apalagi menghadapi perkembangan zaman yang semakin melesat dengan kecanggihan teknologi dan informasi.
“Terus tingkatkan pola pikir, kemampuan agar bisa dan berhasil beradaptasi dengan lingkungan, ciptakan peluang dan lahirkan lapangan kerja baru,” pesan Nurdin.
Masing-masing dari 15 buah kios wirausaha yang disajikan disinggahi Gubernur Nurdin, dirinya memuji kemampuan para siswa yang sangat telaten dalam menampilkan hasil usahanya. Beberapa kali terlihat Nurdin membeli jajanan yang dijual untuk kemudian dibagikan kepada para siswa lainnya.
“Terus berkarya ya adik-adik semua, kembangkan kemampuan dan hasilkan produk yang membanggakan,” puji Nurdin.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Imam Syafii mengatakan bahwa kegiatan Smansa Fair 2018 sendiri telah rutin digelar setiap tahunnya dan sekarang menjadi yang keempat kalinya. Tujuannya adalah menumbuhkan kemampuan para pelajar dalam bidang kewirausahaan
“Bukan hanya bazar yang menjadi agenda puncak namun sebelumnya kita telah membekali mereka dengan motivasi kewirausahaan,” ujar Imam.
Imam melaporkan dalam pelaksanaannya sendiri para siswa telah dibimbing dalam membuat proposal serta diberikan modal sebesar satu juta rupiah untuk memulai usaha nya, ditengah modernisasi saat ini, dengan memanfaatkan  sistem online para siswa dapat menjajakan usahanya dan meraup keuntungan yang lumayan.
“Minimal anak-anak kita memiliki landasan wawasan berwirausaha sebagai bekal maju berkembang kedepan,” tambah Imam.
Tidak hanya bidang kewirausahaan, Imam melanjutkan bahwa dalam rangka meningkatkan kompetensi dibidang masing-masing para siswa, ada beberapa kegiatan lain yangd disuguhkan seperti lomba pantun, jurnalistik dan debat bahasa serta lainnya.
“Dalam rangka memberikan semangat agar para siswa menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam berkompetisi dibidang masing-masing,” lanjut Imam.
SMANSA Fair 2018 sendiri menyajikan sejumlah perlombaan antara lain: Bazar Kewirausahaan (14-15 Desember), Lomba Literasi (10 Desember), Literasi Jurnalistik (11 Desember), Lomba Debat Bahasa Indonesia (12-13 Desember), Smansa Debating Competitions (12-18 Desember), Desain Poster (10 Desember), Lomba Vokal Solo (14-15 Desember) dan Launching buku 1000 Pantun. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.