Bangun Kepri dengan Kebersamaan

Bangun Kepri dengan Kebersamaan

Gubernur H Nurdin Basirun mengajak masyarakat di Kepulauan Riau untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan. Benteng pemersatu harus diperkokoh dari masuknya kelompok pemecah persatuan dan kebersamaan masyarakat Kepri.

“Kami ingin membangun Kepri dengan silaturahmi dan kebersamaan,” kata Nurdin usai menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H sekaligus Makan Berjamba Persatuan Keluarga Daerah Piaman di Masjid Darussalam Punggur, Kota Batam, Ahad (4/2) petang.

Tampak hadir saat itu anggota DPRD Kepri yang juga Ketua DPW PKDP Kepri Sukri Fahrial, Sekretaris Daerah Kepri H. TS Arief Fadillah, Asisten Administrasi Umum Kepri M Hasbi, Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjap Yudiana dan masyarakat Pariaman di Batam.

Hadir juga dari perkumpulan Gema Minang, IKSB, Bundo Kanduang serta lainnya sebagai wujud kebersamaan.

Menurut Nurdin, paham radikal, isu-isu pemecah persatuan bangsa dan bahaya narkoba karena dampak yang diberikan sangat merugikan negeri ini. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama membentengi Kepri dsri ancaman tersebut.

Di Indonesia, kata Gubernur terdapat sebanyak 700-an suku dan 1000 lebih budaya yang harus terus sama-sama dilestarikan. Sebagai contoh budaya Pariaman yang harus dijadikan sebagai penarik wisatawan dan akan memberi hasil bagi masyarakat.

Gubernur menyampaikan agar agenda kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digagas PKDP yang semula 3 tahun sekali menjadi setiap tahun.

“Silaturahmi harus kita jalin dengan siapa saja karena akan memberikan manfaat bagi kita semua,” kata Nurdin lagi.

Gubernur mengajak seluruh warga Pariaman yang ada di Kota Batam khususnya maupun Provinsi Kepri umumnya untuk bersama-sama turut serta dalam membangun daerah ini.

Nurdin sendir sejak di Karimun mendapay Gelar Datuak Alam Sati. Kegiatan yang dilaksanakan selain peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H yakni Badikie Samalam Suntuak, Sharafal Anam, Sholawat Dulang, dan Hikayat.

Saat sampai di Masjid Darussalam, Nurdin Basirun disambut masyarakat Pariaman dengan iringan musik tradisional Tambua. Acara terlihat begitu meriah dan seluruh masyarakat Pariaman/Piaman yang berada di Kota Batam turut hadir diacara ini.

Ketua PKDP Sukri Fahrial mengatakan, tahun ini, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah bergiliran dan dilaksanakan di Masjid Darussalam Kec. Nongsa yang mana biasanya dilaksanakan di Masjid Babussalam Bengkong. Kata Sukri, merupakan budaya dan ciri khas masyarakat Pariaman dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan semalam suntuk

Sholawat masyarakat Pariaman juga, kata Sukri mempunyai ciri khas tersendiri serta sudah turun temurun dari nenek moyang dengan iringan alat musik talam sehingga dinamakan Sholawat Dulang

“Ada tiga syarat untuk Merantau bagi warga Pariaman yakni Surau (Beragama), Lapau (Pengalaman) dan Gurau (Komunikasi Bersama),” kata anggota DPRD Kepri ini.(aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.