Bangun Perkampungan Tahfiz Quran di Pulau-pulau

Bangun Perkampungan Tahfiz Quran di Pulau-pulau

Gubernur H Nurdin Basirun ingin mewujudkan Kepri menjadi Provinsi yang Qurani. Pulau-pulau di Kepri akan terus menghasilkan para qori/qoriah dan hafiz hafizah yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Sudah banyak budak pulau yang jadi qori qoriah hebat, jadi hafiz hafizah. Saya punya mimpi ke depan Kepri punya perkampungan yang masyarakatnya banyak menghasilkan para ahli Quran, hafal Al Quran dan tafsirnya. Sehingga impian Kepri menjadi Provinsi yang Qurani dapat terwujud,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Nurul Hikmah Bt.12 Tanjungpinang, Sabtu (24/3).

Di akhir pekan ini, Nurdin juga menunaikan Safari Subuh di Masjid Al Hikmah, Kapling, Karimun. Saat itu Nurdin menganjurkan umat untuk untuk terus berjalan pada jalur yang kurus.

“Gunakan jalan yang baik. Cari rezeki yang halal. Akan membawa kesehatan jasmani dan rohani,” kata Nurdin, Ahad (25/3).

Menurut Nurdin banyak jalan untuk mendapat keberkahan. Pangkat dan jabatan tidak akan laku dihandalkan di akhirat.

“Bersihkan hati kita dengan banyak banyak berzikir bersilaturahmi. Terutama salat dan sedekah,” kata Nurdin.

Soal perkampungan Al Quran, menjadi motivasi Nurdin sejak lama. Terlebih setelah berdiskusi dengan KH. Syarif Rahmat saat kegiatan Subuh Akbarnya di Tanjungpinang. Nurdin sangat terinspirasi dengan KH Syarif yang telah mewujudkan perkampungan Tahfidzul Quran di daerah Bantul Yogyakarta.

“KH Syarif sangat menginspirasi dan memberikan support bagaimana kalau Kepri menjadi provinsi yang Qurani. Beliau sudah mengembangkan kampung tahfidzul Quran di salah satu perkampungan di daerah Bantul. Kampung  tersebut hampir setiap satu rumah keluarganya ada yg menjadi tahfidzul quran. Subhanallah,” kata Nurdin.

Nurdin mengutarakan juga bahwa di Pulau Nyiur Karimun bisa menjadi percontohan program perkampungan Qurani. Pulau Penyengat yang sangat kuat dengan sejarah dan peradaban perkembangan Islam pada jamannya juga perlu menjadi perhatian untuk dikembangkan menjadi perkampungan Qurani.

“Kita punya kampung kat Dusun Nyiur, dari sana telah banyak menghasilkan generasi Qurani yang hebat-hebat, ini bisa jadi percontohan. Ada juga yang mengusulkan Pukau Penyengat kita jadikan juga pusat pengembangan dan pengkajian ilmu Al-Quran. Di Penyengat banyak penghafal al-quran dari mana-mana yang berkunjung kesana hanya sekedar berziarah sambil menyicil menghafalkan al-quran di Masjid Penyengat,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin jika generasi muda banyak yang lebih mencintai Al-Qur’an, belajar dan memahami Al-Qur’an secara serius insyaallah Kepri semakin aman damai sejahtera dan keberkahan berlimpah, tidak suka saling iri dengki apalagi hujat menghujat. Masyarakatnya akan senantiasa berperilaku dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan dan pedoman hidupnya.

“Dengan menciptakan generasi kedepan yang cinta Al-Qur’an insyaallah segala tindak laku, dan setiap menghadapi permasalahan hidup semua akan kembali kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita selaku umat Islam,” ujar Nurdin.

Nurdin pada tausiahnya juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam menyikapi informasi yang diterima. Lakukan tabayun terlebih dahulu untuk kebenaran informasi. Perselisihan di masyarakat muncul karena kabar hoax tersebut. Untuk itu Nurdin berpesan agar masyarakat tak menjadi bagian yang dengan mudah menyebarkan kabar-kabar hoax.

“Jangan kita ikut-ikutan menyebarkan kabar hoax dan berita-berita yang tidak benar,” kata Nurdin.(Maz/Rda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.