Batam, Bintan dan Bali Dapat Perhatian Khusus

Batam, Bintan dan Bali Dapat Perhatian Khusus

* Dipuji Soal Laju Vaksinasi, Gubernur Ansar Target 50 Persen di Akhir Juni

Menko Perekonomian Airlangga Hantanto berharap sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan pekerja migran dapat didorong dengan diprioritaskannya vaksinasi Covid-19 di Bali, Batam dan Bintan. Tujuannya adalah herd immunity di ketiga pulau tersebut dapat cepat terbentuk karena selain pariwisata, terutama Batam dan Bintan merupakan sentra Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Kita berharap ketiga daerah tersebut dapat divaksinasi lebih awal, sehingga pemerintah dapat mendorong Travel Bubble di daerah tersebut. Kita akan mendorong Nusa Dua di Bali dan Lagoi di Bintan untuk dapat memiliki kesiapan seperti Phuket di Thailand,” kata Menko Airlangga saat memimpin Rapat Pelaksanaan Vaksinasi Di Bali, Batam Dan Bintan melalui video conference, Selasa (8/6).

Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad yang mengikuti rapat dari Nongsa, Batam melaporkan bahwa dari 1.476.091 penduduk Kepri di 7 Kabupaten / Kota sampai hari ini telah divaksin sebanyak 15,8 persen. Vaksinasi dilaksanakan di 67 sentra vaksinasi.

“Khusus Batam dan Bintan, Batam memiliki 21 sentra vaksinasi permanen dan Bintan memiliki 10. Di Batam vaksinasi sudah mencapai 15,6 persen sedangkan di Bintan 23,5 persen,” tutur Gubernur Ansar.

Menurut Gubernur Ansar Kepri memiliki total vaksin 75.910 vial. Sisa vaksin di batam 5213 vial, dan Bintan 2150 vial. Karena kegiatan vaksinasi dilaksanakan secara masif diperkirakan dalam waktu satu minggu vaksinasi di Batam dan Bintan stok vaksin akan segera habis dan Gubernur Ansar berharap segera dikirimkan tambahan vaksin.

“Sampai akhir Juni, Batam dan Bintan diperkirakan bisa mencapai vaksinasi masing-masing 50 persen. Kita juga sudah menambah tenaga vaksinator baru. Tidak hanya untuk vaksinasi umum, akan tetapi juga untuk persiapan vaksinasi gotong royong” kata Gubernur Ansar.

Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan tenaga kerja parekraf per Selasa (8/6) yang tersentuh program vaksinasi masih dibawah 3 persen.

“Adapun rencana tindak lanjut Kementerian Parekraf untuk mendorong vaksinasi adalah memprioritaskan tenaga kerja parekraf di Bali, Batam dan Bintan yang sangat terdampak kontraksi ekonominya, Sesuai arahan presiden vaksinasi harus ditingkatkan secara holistik agar 2 destinasi ini mencapai herd immunity untuk memulihkan ekonomi kreatif,” kata Menteri Sandiaga.

Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi mengatakan pemda Bali dan Kepri tidak perlu khawatir kebutuhan vaksin karena akan didistribusikan secara cepat.

“Di Kepri khususnya Batam dan Bintan kebutuhan-kebutuhan yang rencananya dalam 1 minggu menyelesaikan targetnya akan segera dikirimkan. Alhamdulillah Kepri termasuk provinsi yang laju penyuntikannya cepat di Indonesia. Semangat ini akan mempercepat pemulihan di segala bidang,” kata Oscar.

 

Turut menghadiri rapat secara virtual Sekjen Kemenlu Cecep Herawan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemendagri Suhajar Diantoro, Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury dan Gubernur Provinsi Bali Wayan Koster. Serta dari Pemprov Kepri hadir Sekdaprov sekaligus Ketua Harian Satgas Covid-19 Kepri H.T.S Arif Fadilah, Wakil Ketua Harian Satgas Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana, Kadinkes M. Bisri, dan Plt. Karo Pemerintahan M. Darwin.

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.