“Gonggong” Salah Satu Primadona Kuliner KEPRI

“Gonggong”  Salah Satu Primadona Kuliner KEPRI

Kepritumane.com- Apabila berkunjung kesebuah daerah, kuliner merupakan menjadi salah satu tujuan utama bagi para wisatawan, Kepulauan Riau dengan luasnya lautan yang mencapai 96% total luas Provinsi ini maka tak salah apabila makanan laut atau lebih kita kenal dengan sea food menjadi kuliner khas dari Kepulauan Riau, salau satunya yaitu Gonggong. Dengan mendengar istilah ini mungkin akan banyak asumsi pembaca apa gonggong itu, maka kami dari Kepritumane.com akan mengulas tentang salah satu primadona kuliner Kepri ini.

Dalam bahasa latin, gonggong dikenal sebagai Strombus Canurium (ganus) dan masih tergabung dalam famili atau rumpun molusca. Makanan khas ini merupakan sejenis kerang-kerangan yang banyak terdapat di perairan sekitar Kepulauan Riau.Tak diketahui pasti kapan gonggong menjadi makanan khas dari kepulauan yang dahulu disebut Negeri Segantang Lada ini. Namun, bagi masyarakat Kota Tanjung Pinang, makanan ini sudah dikenal sejak era tahun 1950-an, sejak daerah ini masih menggunakan mata uang dolar Singapura. Keberadaan hidangan gonggong tak lepas dari peran para nelayan di beberapa wilayah Kepulauan Riau. Dari pantai, nelayan mengumpulkan gonggong untuk kemudian dijual ke restoran.

Gonggong menjadi makanan favorit karena selain lezat juga mudah dimasaknya. Masakan gonggong biasanya hanya direbus, kemudian ditambah sambal. Daging gonggong diambil dari dalam cangkang menggunakan garpu kecil atau tusuk gigi. Ada empat jenis gonggong yang semuanya dapat dikonsumsi. Mulai gonggong ayam (sebutan nelayan) berukuran kecil dan berwarna hitam, gonggong cangkang tipis berwarna putih, gonggong bercangkang tebal warna putih, dan gonggong merah bercangkang tebal, yang keseluruhan jenis itu dapat dimakan.

Siput gonggong memiliki rasa unik yang agak mirip dengan cumi. Teksturnya kenyal. Untuk memakannya, kita harus mengorek daging keluar dari cangkang dengan menggunakan tusuk gigi. Cara mengoreknya pun tidak bisa sembarangan. Arah mengorek harus mengikuti alur cangkang agar daging siput keluar dengan mulus. Salah mengorek bisa membuat daging terkoyak putus dan sisanya terbenam di dalam cangkang tanpa bisa kita korek lagi.

Hampir semua restoran seafood di Tanjung Pinang dan Pulau Bintan menyediakan menu siput gonggong. Makanan ini begitu sedap dan langka sehingga siapapun yang berkunjung ke Batam pasti menyempatkan diri menyicipinya. Penggemar kuliner sederhana ini tak lagi hanya sebatas penduduk setempat, namun hingga ke seluruh Indonesia.

Dibalik dari sensasi cara memakan dan nikmatnmya makanan ini, gongongpun mempunyai manfaat gizi bagi para penikmatnya, dimana Berdasarkan hasil uji laboratorium dapat diketahui nilai gizi makro per 100 gram Siput Gonggong Goreng antara lain karbohidrat 4,1% dengan nilai gizi 16,4 kalori, Protein 31,19 dengan nilai gizi 124,8 kalori dan lemak 24,9% dengan nilai gizi 224,1 kalori. Jadi dapat disimpulkan Gonggong ini kaya akan protein tetapi dibalik itu semua gonggong juga mengandung kolestrol tinggi jadi ingat ya bagi yang mempunyai riwayat kolestrol sebaiknya dikurangi konsumsi gonggong jangan setiap hari.

Lalu mau ditunggu apalagi selain langsung mencobanya, maka kami dari Kepritumane.com mengajak semunya jom kita ajak sanak saudara, kerabat, dan kawan-kawan yang lain untuk mencoba sensasi kuliner di Kepulauaan Riau, sensasi kuliner laut yang berbeda hanya aka nada temukan di tempat kami. Kepritumane.com “Surganya Bahari Indonesia”. (Dhimas Panji)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.