Gubernur Kepri Terharu, Pulau Kelahirannya Kini Terang Benderang

Gubernur Kepri Terharu, Pulau Kelahirannya Kini Terang Benderang

BATAM, KOMPAS.com – Pulau Sugi Bawah atau yang lebih populer dengan sebutan Pulau Moro, yang berada di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya tidak krisis listrik lagi.

Hal ini setelah PLN siap mengoperasikan mesin pembangkit baru 1.000 kilo watt di salah satu pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga tersebut.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun, usai menghidupkan mesin baru PLN tersebut, berulang kali mengucapkan terim akasih dan mengapresiasikan kinerja PLN. Salah satu pulau terluar ini merupakan pulau kelahiran dirinya yang dulunya sangat sulit menemukan penerangan.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih dan mengapresiasikan kinerja PLN Kanwil Riau Kepri yang mewujudkan penerangan di pulau kelahiran saya ini. Jangankan listrik, dapat lampu petromak saja sudah sangat berayukur dulu kami. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk PLN Kanwil Riau Kepri,” kata Nurdin, Sabtu (9/12/2017).

Tidak saja di Pulau Moro, Nurdin berharap PLN juga bisa mengebut penambahan mesin pembangkit untuk pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga yang belum terealisasi, sehingga Kepri mampu bersaing dan menjadi daerah perbatasan yang maju, meski kepulauan.

“Sudah hampir 76 persen pulau pulau terluar di Kepri sudah dialiri listrik, saya berharap 24 persennya lagi bisa rampung di akhir 2018 mendatang. Dan apa yang menjadi kendala PLN, Pemprov Kepri siap membantu demi kemajuan pulau terluar yang merupakan daerah terdepan dalam perbatasan Indonesia,” kata Nurdin.

General Manager PLN Wilayah Riau Dan Kepulauan Riau M. Irwansyah Putra mengaku dengan tambahan pasokan pembangkit listrik bermesin diesel 2 X 500 kw ini, maka cadangan daya di Pulau Moro meningkat menjadi 90 persen.

“PLN siap dukung perekonomian pulau-pulau terluar yang ada di Kepri, demi peningkatan taraf hidup warga yang mempunyai pencaharian sebagai nelayan,” kata Irwansyah.

Menurut Irwansyah, saat ini pasokan listrik untuk Pulau Moro sebenarnya sudah cukup untuk melayani 2.169 pelanggan namun tambahan mesin pembangkit baru ini tentunya akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi khususnya di pulau-pulau terdepan dan terluar dan ini merupakan komitmen PLN dalam mewujudkan Indonesia terang 2019.

“Dengan tamabahan dua mesin ini, PLN kembali melakukan investasi sebesar Rp 6,6 Miliar lengkap dengan seluruh sarana pendukungnya. Bahkan mesin ini juga sudah mendapatkan sertifikat layak operasi selanjutnya dinyatakan Commersial of Date (COD),” terang Irwansyah.

Penambahan mesin baru berkekuatan 1.000 kw, sambung Irwansyah tentunya akan meningkatkan daya mampu menjadi 1.900 kilo watt.

Selain untuk memenuhi tambah daya pelanggan yang ada juga bisa untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi pelanggan baru hingga dua tahun kedepan dan kekawatiran akan berkurangnya daya listrik dapat dihindarkan.

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *