Isdianto Ajak Perbanyak Investasi dan Wisata ke Kepri

Isdianto Ajak Perbanyak Investasi dan Wisata ke Kepri

Plt Gubernur Kepri H Isdianto mengajak China terus memperbanyak investasi di Kepri. Wisatawan dari China juga bisa berdatangan sebanyaknya untuk menikmati pesona Kepri. Tak hanya Batam dan Bintan, seluruh kabupaten kota punya pesona sendiri. Sampai ke Natuna dan Anambas yang juga berbatasan dengan China.

“Pesona wisata di Kepri cukup komplit. Ada pesona bahari dengan pantai-pantai yang indah. Kuliner yang menggugah selera. Juga wisata religi yang bisa jadi tujuan warga negara China,” kata Isdianto saat Courtesy Call Konsul Jendera Tiongkok Medan di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (6/8) pagi.

Isdianto menerima Qiu Weiwei, Konjen Tiongkok sekitar pukul 06.00 WIB di Hang Nadim karena harus ke Jakarta. Isdianto menghadiri Rapat bersama Presiden Joko Widodo terkait Pengendalian dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Negara.

Isdianto berterima kasih dengan kunjungan Qiu Weiwei. Dia berharap ada dampak positif dari pertemuan singkat ini. Selain menambah jumlah kunjungan wisatawan, Isdianto juga menawarkan investasi di sektor pariwisata di Kepri.

Tahun lalu, jumlah wisatawan Tiongkok yang masuk ke Kepri mencapai 260 ribu orang. Untuk kunjungan ke Indonesia, tahun lalu ada 2.1 juta turis Tiongkok masuk ke Indonesia.

Selain pariwisata, kata Isdianto, sektor perikanan kelautan dan pertanian menjadi unggulan Kepri saat ini. Tentu juga dengan sektor lain yang sudah berkembang dan menopang perekonomian Kepri. Isdianto berharap ada pengusaha yang berinvestasi di sektor ini. 

“Kita membuka peluang kepada semua pihak untuk berinvestasi di Kepri. Silakan berinvestasi di bidang apa saja. Kita sekarang sedang menggalakkan sisi pariwisata,” kata Isdianto.

Isdianto menambahkan, pihaknya ingin Kepri ini lebih berkembang semakin maju lagi di semua sektor. Tapi untuk itu semua tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu banyak dukungan investasi dari dalam dan luar negeri.

Konjen Tiongkok Qiu Weiwei mengaku senang bertemu Isdianto. Qiu yang baru ditempatkan di Medan, Juli lalu mengaku hubungan Indonesia dan Tiongkok semakin baik. Dalam delapan tahun terakhir perdagangan terbesar terjadi antara keduanya. Termasuk kini Tiongkok menjadi negara investasi terbesar ketiga bagi Indonesia.

“Sekarang pun mulai banyak perusahaan Tiongkok investasi di Kepri. Seperti manukfaktur, usaha patungan dengan perusahaan lokal untuk listrik dan lainnya,” kata Qiu Weiwei.

Qiu menyambut baik tiga sektor prioritas yang disebut Isdianto. Menurut Qiu, potensi kedua negara sangat besar untuk melakukan kerja di sektor-sektor tersebut. 

Apalagi untuk wisata, Qiu yakin jumlah kunjungan ke Kepri akan meningkat. Menurut Qiu, pada 2018 ada 260 ribu wisatawan Tiongkok ke Kepri. Sementara, warga Tiongkok yang berwisata ke luar negeri pada tahun 2018 mencapai 150 juta orang.

“Tahun lalu ada 150 juta yang berwisata ke luar negeri. Kami yakin untuk wisata kita bisa bekerja sama,” kata Qiu.

Sementara, untuk pertanian, Qiu menyebutkan Tiongkok merupakan negara besar untuk sektor ini. Kerja sama bidang pertanian juga bisa dikembangkan. Ada teknologi tinggi dalam memajukan sektor pertanian di Tiongkok.

Karena itu, Qiu mengundang Isdianto untuk berkunjung ke Negeri Tirai Bambu ini untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor itu.

“Kepri sangat dekat dengan Tiongkok. Kami berharap Bapak berkunjung ke Tiongkok jika ada kesempatan. Untuk semakin memperdalam persahabatan dan kerjasama dengan Kepri,” kata Qiu. (Tra)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *