Isdianto Terima Anugerah Revolusi Mental

Isdianto Terima Anugerah Revolusi Mental

Plt Gubernur Kepri, H Isdianto menerima Anugerah Revolusi Mental 2019 dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kepri mendapat anugerah untuk Kategori Gerakan Indonesia Bersatu. Anugerah itu diserahkan di Jakarta, bersama delapan kategori lainnya.

“Masyarakat Kepri memang berkomitmen untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Dengan bersatu kita akan semakin maju. Alhamdulillah komitmen dan aksi nyata kita bersatu mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Ini semua dari masyarakat dan untuk masyarakat Kepri,” kata Isdianto usai menerima Anugerah Revolusi Mental 2019 di Balroom BPPT, Jakarta, Sabtu (21/12).

Untuk Kategori Gerakan Indonesia Bersatu, Kepri bersaing dengan Yogyakarta, Sulawesi Utara, Papua Barat, Bali dan Kalimantan Utara. Setelah melalui penilaian Dewan Juri, kategori ini dimenangkan Kepri.

Tentang memperkuat persatuan memang selalu disenandungkan Isdianto. Apalagi Kepri seperti miniatur Indonesia yang semua suku bangsa dan agama ada di Negeri Segantang Lada ini. Walaupun banyak keberagamaan, semuanya tetap menjunjung kebersamaan.

Ajakan kebersamaan ini yang membuat masyarakat terus bersatu dalam keberagaman di Kepri. Isdianto pun sering menyenandungkan silaturahmi yang terus diperkuat. Sehingga saling akrab satu dan lainnya.

“Apalagi silaturahmi dari hati, bukan sekadar ucapan tanpa aksi nyata,” kata Isdianto.

Konsep bersatu pun selalu diilustrasikan Isdianto dengan sapu lidi. Jika seribu batang lidi diikat dalam kesatuan, kata Isdianto, dia akan menjadi kuat dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan.

“Makanya saya selalu ajak semua untuk bersatu dan bersatu. Semuanya untuk kemajuan negeri ini,” kata Isdianto.

Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy mengatakan pemberian anugerah ini melalui diskusi yang panjang dan melibatkan sejumlah juri. Juri-juri tersebut terdiri atas pakar, pihak Kemenko PMK, hingga Badan Pusat Statistik atau BPS. Instrumen penilaian antara lain tindakan fundamental yang telah dilakukan, perubahan dan dampak positif terhadap masyarakat, dan pengatur ruang-ruang keadilan sosial terhadap masyarakat sekitar.

Ketua Dewan Juri Anugerah Revolusi Mental 2019 Mohamad Sobary mengatakan, penganugerahan tersebut diberikan untuk menunjukkan bahwa ada lembaga-lembaga yang bekerja dengan baik serta berpengaruh luas terhadap masyarakat. Pihaknya berdiskusi, melakukan wawancara, untuk memperoleh secara mendalam informasi mengenai detail-detail persoalan yang mereka kerjakan, yang membuat kami yakin bahwa mereka layak dapat anugerah.

Beberapa poin penilaian tersebut antara lain kepemimpinan (leadership), visi misi, kemampuan menghadapi tantangan untuk wujudkan visi misi, strategi pendekatan dengan pelaksanaan gagasan, kemampuan mengatasi kekurangan support, manfaat, keberlanjutan, hingga perbaikan.

Penerima Anugerah Revolusi Mental 2019 untuk Kategori Lembaga Sosial antara lain Sekolah Pagesangan Yogyakarta, Yayasan Pondok Kasih Surabaya, Jaringan Gusdurian dan Diet Kantong Plastik Jakarta. Untuk Kategori koperasi diberikan kepada Koperasi Kerta Semaya Samaniya dan Koperasi Agro Niaga Jabung. Sementara untuk Kategori badan usaha nonkoperasi diberikan kepada PT KAI Indonesia, TransJakarta, PT Paragon dan CV Sembada Tuban.

Beberapa Pemda juga mendapatkannya seperti untuk Kategori Gerakan Indonesia Melayani diraih Provinsi Sulawesi Selatan, Kategori Gerakan Indonesia Bersih kepada Provinsi Bali, Kategori Gerakan Indonesia Tertib untuk Provinsi Sumatera Selatan dan Kategori Gerakan Indonesia Mandiri diraih Provinsi DIY.

Sementara unsur Pemerintah Daerah untuk capaian utama lima gerakan revolusi mental diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada Kategori Kementerian/Lembaga didapat Kementerian Keuangan.

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.