Jadilah Pelayan, Jangan Priyayi

Jadilah Pelayan, Jangan Priyayi

Gubernur H Nurdin Basirun berpesan kepada aparatur sipil negara di Kepulauan Riau untuk memberi layanan terbaik kepada masyarakat. Mereka harus berjiwa sebagai pelayan, bukan bermental priyayi yang selalu minta dilayani.

“Jangan bangga punya NIP punya baju dinas. Kita harus terus intropeksi diri. Kita digaji oleh rakyat,” kata Nurdin usai menghadiri Pembukaan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (5/12) malam.

Karena digaji dari pajak rakyat, Nurdin mengajak ASN untuk memberi pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat. Mereka harus membuktikan kinerja aparatur semakin berkualitas dan semakin baik.

Menurut Nurdin, aparatur negara harus terus berkreasi dan berinovasi untuk membuat layanan kepada masyarakat semakin bagus. Tentu lompatan itu tidak melanggar aturan yang berlaku.

Nurdin mencontohkan, bahwa dia selalu membantu memberikan terobosan ketika investor yang mau berinvestasi mengalami hambatan. Terutama dalam mengurus perizinan yang kadang dilambat-lambatkan.

“Saya harus ikut mendobrak itu, agar semuanya menjadi efisien, lebih efektif, lebih cepat,” kata Nurdin.

Nurdin pun mencontohkan sewaktu menjadi wirausahawan dulu. Dia merasakan begitu tidak enaknya dilambat-lambatkan segala urusan.

“Karena itu saya tak ingin merepotkan dan menyusahkan dunia usaha yang juga mendukung pembangunan di negara ini dan dibutuhkan masyarakat,” kata Nurdin.

Nurdin mengaku akan terus berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Ketika upaya yang dilakukan diberi penghargaan, dia sangat berterima kasih atas dukungan penuh masyarakat Kepri.

Menurut Nurdin, saat dia terus mendorong lahirnya hafiz hafizah di seluruh Kepri, mendorong pentingnya anak-anak dimasukkan ke pondok pesantren, dia mendapat anugerah Santri of The Year 2018. Penghargaan berupa Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah Provinsi.

Dalam upayanya mendorong pembangunan sumber daya manusia dengan memperkuat sektor pendidikan, Nurdin juga diberi penghargaan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Nurdin dianugerahi penghargaan Dwija Praja Nugraha untuk bidang pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru.

Untuk anugerah Gubernur Entreprenuer Award 2018 dari Inovation Network of Asia (INA). Penghargaan berjudul Entepreneur Award 2018 ini diberikan kepada Kepala Daerah yang inovatif, kreatif dan entrepreneurial.

Dari 19 Gubernur yang diseleksi, yang dilakukan oleh Philip Kotler Centre for ASEAN Marketing (PK CAM) dan melibatkan International Council for Small Business (ICSB) dalam proses seleksi dan penilaian dan berkolaborasi dengan APPSI, terpilih lima gubernur.

Nurdin mengaku dalam banyak kesempatan saat ini dia memang sering diminta menjadi narasumber di Kepri. Dia akan terus  memberi motiviasi ke pelaku UKM, mahasiswa, dan kalangan muda untuk masuk ke dunia usaha. Mereka harus menjadi entreprenuer.

“Kalau banyak entreprenuer itu tanda tanda negara ini semakin maju,” kata Nurdin.

Dalam Rakernas APPSI itu, Nurdin tampak didampingi Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Burhanuddin, Kadis Kelautan dan Perikanan Edi Sofyan, Kadis Pertanian Ahmad Izhar dan Karo Pemerintahan Haryono. (Tra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.