Kepri Harus Menang pada Revolusi Industri

Kepri Harus Menang pada Revolusi Industri

Gubernur H Nurdin Basirun mengajak sejumlah elemen masyarakat memberikan kontribusi dalam meningkatkan daya saing. Kompetensi sumber daya manusia juga harus semakin baik, sehingga Kepri siap menghadapi revolusi industri 4.0.

“Kalau kita punya semangat, integritas, dan attitude bukan mustahil kita akan menjadi pemenang. Kepri punya itu semua dan siap untuk menang dalam kompetisi menghadapi era digital,” kata Nurdin saat sidang Senat Terbuka Universitas Batam Wisuda 2018 Tahun Akademik 2017/2018 Angkatan XV di Kampus Uniba, Batam, Sabtu (24/11).

Nurdin menyebutkan kontribusi nyata masyarakat salah satunya membuat indeks pembangunan manusia (IPM) Kepri tertinggi di Sumatera. Dia berterima kasih kepada seluruh lembaga pendidikan, yang berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

Para lulusan Uniba, hari ini mulai memasuki dunia persaingan yang sangat ketat. Nurdin yakin mereka bisa berkompetisi karena kompeten dan memiliki daya saing.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi dunia nyata dan persaingan yang kuat. Jangan hanya bisa menjadi lulusan mencari kerja, tetapi harus bisa menciptakan lapangan kerja,” pesan Nurdin.

Nurdin mengatakan, banyak potensi Kepri yang akan mendukung tumbuhnya wirausahawan baru. Pertumbuhan sejumlah sektor, seperti pariwisata, ikut mendukung munculnya entreprenuer baru di Kepri.

Nurdin pun ingin para lulusan Uniba untuk menangkap peluang yang ada dalam revolusi industri 4.0 ini. Pendidikan yang dijalani, menjadi salah satu modal yang kuat untuk berperan dalam menumbuhkan ekonomi daerah.

Tapi, ancaman untuk generasi tumbuh menjadi baik dan terbaik, kata Nurdin, selalu ada. Ancaman narkoba terus mengintai untuk merusak generasi peneris bangsa.

Upaya-upaya memecah belah bangsa dengan paha yang tidak sesuai Pancasila, kata Nurdin, juga harus dilawan. Termasuk merusak kententraman masyarakat dengan berita-berita hoax.

“Hari ini yang menjadi ancaman dan gangguan untuk generasi muda adalah narkoba. Jauhi. Juga jangan ikut menjadi penyebar hoax yang merusak hubungan antar sesama,” kata Nurdin.(rsa)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.