Magnet Pariwisata Harus Rutin Digelar

Magnet Pariwisata Harus Rutin Digelar

Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, iven-iven yang menjadi magnet pariwisata, harus digelar rutin setiap tahun. Dalam iven tahunan itu, semakin baik kalau setiap daerah melakukan dan melahirkan inovasi baru dalam rangka meningkatkan dunia pariwisata di Kepulauan Riau.

“Pelaksanaan Festival Barongsai ini,  merupakan salah satu terobosan kegiatan untuk mendatangkan para turis dari berbagai daerah bahkan dari manca negara,” kata Nurdin pada acara Festival Barongsai Tahun 2018 di Coastal Area,  Kabupaten Karimun,  Sabtu (17/3) malam.

Nurdin yakin rutinnya pergelaran Festival Barongsai ini, akan menjadi catatan para pelancong untuk berkunjung. Karena itu dia akan mendorong iven seperti ini dijadikan agenda rutin.

Indonesia menurut Nurdin memiliki berbagai macam adat dan budaya dari berbagai daerah dan suku yang patut dilestarikan. Perbedaan ini patut disyukuri karena menambah kekayaan budaya.

“Barongsai adalah salah satu budaya yang patut dilestarikan,” kata Nurdin.

Nurdin berharap pelestarian budaya melalui pelaksanaan festival di berbagai daerah di Kepri dapat membuat sektor pariwisata semakin bertumbuh. Sehingga menjadi sektor unggulan baru bagi perekonomian Kepri yang belakangan ini pelambatan karena hanya bertumpu pada satu sektor yaitu industri.

“Kita berharap sektor pariwisata dapat tumbuh menjadi andalan baru bagi pertumbuhan perekonomian di Provinsi Kepri,” kata Nurdin

Pelaksanan Festival Barongsai Tahun 2018 ini dapat terselenggara berkat kerjasama antara Dinas Pariwisata Provinsi Kepri dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun yang didukung oleh Kementerian Pariwisata RI dan diikuti oleh 12 tim yang berasal dari berbagai daerah di Kepri dan ditambah tim dari Singapura serta Malaysia.

Bintan Dragon and Lion Athletic Association yang berasal dari Tanjungpinang meraih juara pertama dan berhak mendapatkan hadiah Rp15 juta rupiah. Peringkat kedua diraih Persaudaraan Barongsai berasal dari Batam yang berhak mendapatkan hadiah Rp10 juta. Tim Cu Yun Gong dan tim Hon Hoon yang sama-sama berasal dari Singapura berbagi tempat di posisi juara tiga dan  juara harapan yang masing-masing memperoleh hadiah 7,5 juta rupiah dan 3 juta rupiah.(zah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.