Mari Memakmurkan Masjid

Mari Memakmurkan Masjid

Gubernur H Nurdin Basirun selalu mengimbau umat, terutama pegawai di lingkungan Pemprov Kepri untuk selalu memakmurkan masjid. Nurdin yakin ketika masjid dimakmurkan, keberkahan akan datang untuk Negeri Segantang Lada ini.

“Jika rumah Allah terus dimakmurkan, insya Allah keberkahan akan menghampiri masyarakatnya,” kata Nurdin usai Safari Subuh di Masjid Alhidayah, Batam Center, Batam, Selasa (16/1).

Pada kesempatan kali ini, Nurdin memang tidak mengisi tausiyah. Tausiyah singkat disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Batam H.Erizal Abdullah. Dalam majelis ilmu singkatnya, Erizal lebih memotivasi masyarakat untuk berjamaah di masjid atau musholla.

Menurut Erizal, dengan memakmurkan masjid, keberadaan seseorang akan mendapat banyak manfaat. Berada di masjid menjelang waktu shalat tiba bisa dengan melakukan iqtiqaf. Silaturahmi antar sesama juga akan semakin erat.

Erizal mencontohkan kisah sahabat Rasulullah Sya’ban. Sya’ban ini selalu hadir saat shalat berjamaah. Dari rumah ke masjid diperlukan Sya’ban tiga jam perjalanan.

Suatu kali, Rasulullah tidak melihat Sya’ban hingga shalat Subuh selesai. Nani mencari tahu keberadaan Sya’ban sehingga ada seorang sahabat mengatakan mengetahui rumahnya. Nani Muhammad SAW dan para sahabat melakukan perjalanan ke sana.

Setelah disambut istri Sya’ban, Nabi baru tahu kalau lelaki tersebut sudah wafat. Namun sebelum meninggal Sya’ban ada mengucapkam tiga kalimat yang tidak dimengerti istrinya.

Kalimat itu adalah Andai lebih jauh, Andai yang lebih baik dan Andaikan semuanya.

Erizal melanjutkan kisah tersebut. Saat sakratul maut, Sya’ban diperlihatkan keindahan surga dan amalannya. Andaikan jalan menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah lebih jauh, Sya’ban tentu akan mendapatkan yang lebih indah.

Soal Andai lebih baik, saat itu saat perjalanan menuju masjid, Sya’ban bertemu dengan seseorang yang kedinginan karena musim salju. Syakban memakai jaket dua lapis, yang terbaru di dalam, yang lama di luar. Saat bertemu orang yang kedinginan Syakban memberi jaket lama dan mereka sempat berjamaah bersama. Setelah diperlihatkan saat sakratul maut, makanya Syakban mengatakan andai yang terbaru yang diberikannya saat itu.

Tentang Andai semuanya adalah saat Syakban sedang memakan roti didatangi seorang pengemis yang sudah tidak makan tiga hari. Syakban membagi dua roti itu sama besar dan susu sama rata dan diberikan kepada pengemis itu. Setelah diperlihatkan keindahan syurga, makanya Syakban mengatakan andai dia memberikan semua roti itu.

“Saya hanya memotivasi umat untuk bersama-sama memakmurkan masjid. Kisah ini bisa kita ambil hikmahnya agar kita berbuat baik kepada sesama dan terus menunaikan shalat berjamaah di masjid,” kata Erizal usai safari subuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.