Membentengi Arus Globalisasi Melalui Pesantren

Membentengi Arus Globalisasi Melalui Pesantren

Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto kembali mengatakan kepada para santri Pondok Pesantren Idris, Kawal, Bintan bahwa masyarakat Kepri tidak boleh antipati terhadap masuknya budaya asing. Sebagai masyarakat yang cerdas Isdianto minta masyarakatnya lebih terbuka terhadap globalisasi, namun harus tetap membentengi diri masing-masing dengan sikap agamis dan budaya tempatan.

Hal ini dikatakan Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto saat mewisuda tahfizh al-quran angkatan I Pondok Pesantren Idris Bintan di Kawal Kabupaten Bintan, sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid di pondok pesantren tersebut, Senin (26/8).

“Kalau mau maju kita harus terbuka menerima budaya dan orang darimanapun. Kita harus bergaul dan menyaring, mana yabg baik dan tidak. Bapak yakin para santri adalah sangat cerdas dalam hal itu. Dan saya juga yakin bahwa pesantren adalah benteng terbaik terhadap globalisasi,” kata Isdianto.

Hadir dalam kesempatan ini Kakanwil Kemenag Kepri Mukhlisuddin, sejumlah kepala OPD dan tokoh-tokoh masyarakat.

Isdianto melanjutkan, bahwa saat iji Indonesia termasuk Kepri sedang gencar-gencarnya membabgun SDM Dan pembangunan SDM dilakukan dari berbagai lini serta semua harus melibatkan diri.

“Untuk mengelola SDA yang kita punya, kita butuh SDM yang kredibel dan berintegritas. Dan pesantren harus mengambil peran dalam hal ini. Karena jika hanya Pemerintah saja yang membangun SDM, maka tidak mungkin bisa berjalan. Kita harus bersama-sama,” katanya. (Bsr)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.