Mubaliq Punya Peran Strategis Dalam Pembangunan

Mubaliq Punya Peran Strategis Dalam Pembangunan

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H.TS. Arif Fadillah mengatakan bahwa Keberadaan para da’i dan da’iyah ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Karena keberadaannya di tengah-tengah kehidupan masyarakat membawa tanggung jawab moral untuk mengarahkan kehidupanmasyarakat ke arah yang lebih baik.

“Pemerintah Daerah dalam hal ini sangat berkepentingan atas kehadirian para Da’i dan Da’iyah ini termasuk atas kemampuan mereka yang profesional, karena akan membantu Pemerintah dalam hal tanggung jawab pembangunan dan pembinaan masyarakat di bidang mental dan spiritual,” Ujar Arif saat membuka sevara resmi acara Pembinaan Mubaliq Se-Provinsi Kepulauan Riau di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (30/10).

Arif menilai Penyelenggaraan Pembinaan Mubaliq bagi

para Da’i dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan

Riau ini, sungguh memiliki arti dan makna yang strategis. Mengingat pentingnya peranan dakwah

dalam upaya meningkatkan pemahaman dan

penghayatan umat terhadap ajaran agama sebagai

sumber kebahagiaan lahir bathin serta mengingat pula

bahwa betapa luasnya cakupan makna dakwah serta

beratnya tugas-tugas dakwah tersebut yang

sasarannya meliputi semua sisi dan aspek kehidupan

semua umat.

Menurut Arif semua  mengetahui bahwa tantangan dakwah kedepan harus sesuai tuntutan arus modernisasi dan globalisasi serta sejalan dengan perkembangan pembangunan daerah khususnya Provinsi Kepulauan Riau.

“Kepri ini masyarakatnya sangat heterogen, banyak suku bangsa yang datang mencari penghidupan yang layak disini. Keragaman ini yang perlu kita jaga, maka dengan hadirnya para mubaligh dengan tausiyahnya kita harapkan dapat memberikan suasana yang nyaman dan tentram ditengah masyarakat. Suasana yang nyaman ini tentu memberikan efek positif bagi para investor untuk berinvestasi di Kepri,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kepri menurut Arif sangat mendukung keberlangsungan dan keberadaan mubaliqh karena peran strategis yang diembannya ditengah masyakat. Oleh karena itu pemda sedang mencari formulasi yang tepat dalam hal membantu perekonomian para juru dakwah ini.

“Pada tahun 2019 ini, Alhamdulillah telah kita anggarkan honor untuk para Guru TPQ di seluruh wilayah Provinsi Kepri. Perlahan kita usulkan dan bahas bersama DPRD agar para pasndakwah ini juga diperhartikan perekonomiannya. Mohon doanya agar ini bisa terwujud,” harap Arif.

Arid mengucapkan selamat mengikuti pelatihan. Dia berharap semoga kualitas da’i dan kualitas dakwah semakin meningkat sehingga tercipta kehidupan yang berakhlak mulia di Kepri.

Sementara itu Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kepri Aiyub dalam sambutannya melaporkan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kualitas para mubaliqh di Provinsi Kepulauan Riau dan dilaksanakan di dua lokasi yaitu Tanjungpinang dan Batam.

“Hari ini kita laksanakan di Tanjungpinang dan pada 07 November nanti akan dilaksanakan di Batam. Untuk peserta yang hadir saat ini berjumlah 150 orang yang berasal dari Tanjungpinang, Bintan dan Lingga. Untuk kegiatan di Batam kita targetkan akan diikuti oleh 100 mubaligh dengan peserta yang berasal dari Batam, Karimun, Natuna dan Kepulauan Anambas,” lapornya.

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *