Pantau dan Awasi Kedisiplinan Aktivitas Perdagangan di Kepri

Pantau dan Awasi Kedisiplinan Aktivitas Perdagangan di Kepri

*Protokol Kesehatan Jadi Anti Covid Terbaik Sebelum Vaksin Ditemukan

Pjs. Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar Baharudin memerintahkan seluruh aparat terkait diseluruh Kabupaten dan Kota se-Kepri untuk terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kedisiplinan penerapan protokol kesehatan di lingkungan aktivitas perdagangan.

Adapun yang dimaksud lingkungan aktivitas perdagangan menurut Bahtiar meliputi kawasan industri, pusat perbelanjaan, pertokoan, pasar modern, pasar tradisional serta warung makan hingga kedai kopi.

Hal ini disampaikan Bahtiar saat memimpin rapat secara virtual terkait pengawasan dan pemantauan terhadap kepatuhan dan kedisiplinan di lingkungan aktivitas perdagangan di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang, Rabu (4/11).

“Saya kembali mengemukakan konsep Pak Presiden, yakni gas dan rem. Artinya harus seimbang, agar kita punya prinsip yang sama, yakni harus bisa beradaptasi dengan kondisi baru untuk melanjutkan kehidupan sosial kemasyarakatan di masa pandemi dengan sehat. Kehidupan tetap lanjut, tapi kesehatan juga harus diutamakan,” kata Bahtiar.

Bahtiar juga mengajak pemerintah di seluruh Kabupaten dan Kota serta masyarakat semakin hari semakin hebat dalam menangani Covid-19, setelah sekian lama mengenali apa itu virus Covid-19.

“Untuk itu, mari kita awasi terus tentang kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat. Hal ini tanggungjawab kita semua tanpa terkecuali,” tegasnya.

Pjs. Gubernur dalam kesempatan ini didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. T. S Arif Fadillah dan beberapa kepala serta perwakilan OPD terkait.

Arif Fadillah menyampaikan data terbaru penyebaran Covid-19 di Kepulauan Riau. Dimana disebutkan sesuai data per 3 November jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 3.975. Sebahyak 902 merupakan kasus aktif, 2.976 sembuh dan 97 meninggal.

Sedangkan terhitung hari ini, Rabu (4/11) terjadi tambahan kasus sebanyak 59 kasus yang tersebar diseluruh Kabupaten dan Kota.

Selama vaksin belum ditemukan, Arif mengajak masyarakat, tanpa terkecuali untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena, menurutnya protokol kesehatan adalah antivirus yang ampuh sebelum vaksin ditemukan.

“Kita harus kerja keras secara bersama. Diantaranya melakukan sosialisasi, dan butuh kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan pemberlakuan protokol kesehatan. Terutama untuk Batam, Tanjungpinang dan Karimun sebagai pintu kedatangan kita,” kata Arif.

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.