Pemprov Ingin PDAM Maksimal Melayani Masyarakat

Pemprov Ingin PDAM Maksimal Melayani Masyarakat

Pemerintah Provinsi Kepri menginginkan agar keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri bisa lebih maksimal melayani masyarakat. Baik dalam hal pendistribusian yang lancar, maupun masalah pemasangan untuk para calon pelanggan baru yang sudah ramai antri.

Hal ini diungkapkan oleh Plt. Guberrnur Kepri H. Isdianto dalam rapat resmi bersama Direktur PDAM Tirta Kepri Mamat, Asisten II Syamsul Bahrum, Kepala Barenlitbang Naharuddin, Kadis PU Abu Bakar, Kadis Perkim Mahyuddin dan Karo Ekonomi Heri Andrianto.

Menunjukkan keseriusannya, sampai-sampai dalam kesempatan ini Isdianto langsung menghubungi Direktur BP2 SPAM Bambang di Jakarta via telepon, dan mengundangnya untuk ikut membantu menyelesaikan persoalan PDAM di Kepri. “Tujuan kita membantu PDAM ini harapannya biar masyarakat terbantu. Kebutuhan air masyarakat bisa terlayani dengan baik. Tidak ada lagi kebocoran dan sebagainya. Bahkan seperti yang sudah saya sampaikan ke masyarakat, paling lama 2021 sudah tidak adalagi persoalan air di Kepri. Khususnya di Tanjungpinang dan Bintan,” kata Isdianto.

Tahun 2020 nanti Pemprov telah menganggarkan dana kurang lebih Rp15 miliar untuk perbaikan pipa jaringan distribusi utama (JDU) PCM yang berada di KM 10 sampai ke KM 8 (Kota Piring). Serta perbaikan JDU PCM yang ada di Taman Makam Pahlawan sampai ke Perla (jalan Gatot subroto).

Dengan bantuan tersebut, Iadianto menginginkan agar titik-titik bocor pada pipa segera bisa teratasi. Dan lubang-lubang sisa perbaikan juga agar bisa ditimbun dengan baik. Selanjutnya, jika sudah lancar, PDAM juga agar punya sumbangsih terhadap Kepri nantinya.

Jika dana yang digulirkan Pemprov tahun 2020 sebesar sekitar Rp15 miliar itu untuk perbaikan. Sedangkan tahun 2021 Pemprov akan membantu mengganti pipa JDU CPM secara keseluruhan. Mengingat kondisi JDU PCM yang dipasang sejak 1970 tersebut memang sudah tidak layak pakai. Dan untuk hal ini agar pihak Dinas Perkim menghitung ulang dana yang dibutuhkan, mengingat sebelumnya sudah ada gambaran sekitar Rp40 miliar.

“Kita fikirkan berama PDAM ini dengan harapan masyarakat bisa terlayani dengan baik untuk masalah air. Dan Direktur BP2SPAM juga sudah menyatakan siap datang ke Kepri untuk membantu kita. Karena kita semua serius, maka saya minta PDAM ini lebih serius lagi. Intinya, kalau kita mau pasti ada jalan keluarnga,” ujarnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Mamat selaku Direktur PDAM Tirta Kepri, bahwa terdapat 4 JDU di PDAM. Yakni JDU PCM yang di pasang tahun 1970, JDU WK/PSAB tahun 1980, JDU RPD 1 tahun 1996, JDU RPD 2 tahun 2008 dan terakhir JDU Gesek yang dipasang tahun 2011.

Masalah utama PDAM adalah di JDU PCM yang dipasang pada tahun 1970. Bahkan disebutkan telah mengalami kebocoran di 19 titik di setiap 2 KM. Akibatnya pelayanan terhadap pelanggan yang ada tidak bisa maksimal. Sementara masih ada barisan antri masyatakat yang juga minta disambungkan.

Oleh sebab itu, satu-satunya cara adalah dengan mengganti pipa JDU PCM yang sudah lama tersebut dengan yang baru. Dengan harapan pelayanan bisa lebih maksimal. Daftar tunggu bisa dilayani dan kedepannya PDAM bisa berkontribusi.

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *