Peran Serta KKSS Besar Dalam Membangun Kepri

Peran Serta KKSS Besar Dalam Membangun Kepri

Sesuai dengan ikrar setia Melayu-Bugis yang pernah diucapkan. Menegaskan bahwa Melayu adalah Bugis dan Bugis adalah Melayu. Keduanya memiliki keterikatan sejarah yang kuat. Siapapun yang menjadi musuh Melayu maka juga menjadi musuh Bugis, begitu juga sebaliknya.

Kepulauan Riau sebagai bunda tanah Melayu, maka bisa disimpulkan juga ada Bugis didalamnya. Oleh sebab itu, Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto meminta agar masyarakat Bugis yang ada di Kepri, yang terhimpun dalan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) senantiasa menyumbangkan ktitik dan saran sebagai buah pemikirannya guna mewujudkan pembangunan di Kepri.

Hal ini dikatakan Isdianto saat menghadiri pengukuhan Badan Pengurus Wilayah (DPW) dan Badan Pengurus Daerah ((DPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) periode 2018-2023 di Gedung Daerah Tanjubgpinang, Sabtu (7/9).

Diakui Isdianto, sejauh ini warga Bugis sudah banyak memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan di Kepri. Dalam perjalanan sejarah Melayu, orang-orang Bugis sudah ikut berjuang dan bahkan menjadi pahlawan nasional. Seperti sebuah ikatan sapu lidi, warga Sulawesi diharapkan menjadi pelengkap ikatan sapu lidi tersebut.

“Kami mau warga Sulawesi yang ada di Kepri menjadi bagian dari sapu lidi yang kuat. Bersama-sama kita membangun Kepri,” kata Isdianto.

Dalam kesempatan ini Isdianto dianugerahi pakaian khas Bugis yang disebut jas tutu, lengkap dengan peci dan badik.

Pelantikan DPW KKSS dilakukan oleh Sekjen DPP KKSS Drs. H. Ibnu Munzir yang merupakan anggota komisi V DPR-RI. Dan H. Daeng Muhammad Yatir adalah ketua DPW KKSS Kepri yang dilantik.

Mengingat yang hadir adalah anggota komiai V DPR RI, Isdianto menitip aspirasi terkait UU Provinsi Kepulauan yang tak kunjung disahkan oleh DPR. Meminta agar ikut menggesanya sehingga RUU tersebut bisa disahkan.

“Kebetulan Sekjen DPP KKSS ini anggota DPR-RI. Maka kami menitipkan permohonan dari masyarakat. Kami harap undang-undang Provinsi Kelautan segera di sahkan. Jika di sahkan maka PAD Kepri akan bertambah sebanyak Rp5 triliun. Sejauh ini DAU Kepri hanya duhitung berdasarkan luas daratan saja. Lautnyabl tidak dihitung,” ucap Isdianto disambut tepuk tangan hadirin.

Acara ini sendiri diberi tema ‘Bersama Membangun Kepri’ dengan motto ‘taro ada taro gau’, atau yang bermakna satunya kata dan perbuatan.

Dalam sambutannya, Ibnu Munzir mengatakan jika orang Sulawesi ada dimana-mana, bahkan hingga kepelosok dunia. Ini pertanda bahwa orang Bugis siap menghadapi tantangan. Sejalan dengan tipikal pelaut sejati yang tidak takut menghadapi gelombang dan badai.

“KKSS ini pelaut yang merantau kemana-mana menyusuri laut. Kami senang dengan tantangan. Seluruh perantau Bugis di didik dengan budaya dan filosofi. Tujuannya agar bisa mandiri, bisa bekerjasama dengan siapa saja dan ulet dalam bekerja. Dan kami yakin KKSS yang ada di Kepri ini juga tau betul bagaimana harus menempatkan diri dan posisi. Dan tetap memberikan kontribusi,” katanya.

Hadir dalam kesempatan ini Danlantamal V Arsyad Abdullah, ketua LAM Kepri H. Abdul Razak, Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Lingga H. Alias Wello

Wakil Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma serta para tokoh masyarakat Sulawesi Selatan. (Bsr)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *