Perkuat Silaturahmi, Terhindar Adu Domba

Perkuat Silaturahmi, Terhindar Adu Domba

Wakil Gubernur H Isdianto mengajak masyarakat untuk terus memperkuat silaturahmi dan peduli dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian, situasi keamanan di lingkungan sendiri akan terwujud.

“Kita harus tahu siapa yang masuk di kampung kita. Peran RT RW sangat penting. Kalau kompak dan bahu membahu mewujudkan keamanan sekitar, hal-hal yang tidak diinginkan, tak akan terjadi di tempat kita,” kata Isdianto saat Safari Ramadan di Masjid Agung Lintas Mangsang, Sei Beduk, Batam, Jumat (18/5) malam.

Setelah berbuka di Masjid Agung Lintas Mangsang, Isdianto juga menunaikan salat tarawih di Masjid Baitul Attiq, Mangsang. Pads kesempatan itu, hadir sejumlah kepala OPD Pemprov Kepri. Ada Kepala BNPB Muramis, Kadis Kominfo Zulhendri, Kaban Kesbangpolinmas Lamidi, Kadis Sosial Doli Boniara, Karo Umum dan Perlengkapan Martin Maromon. Hadir juga staf khusus Gubernur Saidul Khudri.

Menurut Isdianto memperkuat silaturahmi sangat penting. Banyak manfaatnya. Paling tidak bisa terhindar dari adu domba karena perbedaan. Isdianto juga minta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan.

“Sudah saatnya kita meningkatkan kewaspadaan. Terutama kepada setiap tamu asing yang datang, untuk wajib melapor ke  Ketua RT. Saya juga minta RT dan  RW, mohon hidupkan kembali siskamling dilingkunganya, ” pintanya.

Isdianto juga mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat masyarakat Mangsang, terkait kehadirannya bersama rombongan. Isdianto mengatakan  kehadirannya di sini sebagai bentuk silaturahim langsung sekaligus meminta doa restu agar sebagai wagub, dia tetap amanah dan senantiasa selalu sehat.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu.  Juga ada bantuan kepada Masjid Agung Lintas Mangsang.  Juga ada bantuan untuk Mushola Baitul Makmur, dan Mushola Al Ikhlas Mangsang,TPQ Al Mujahidin, bantuan kepada Masjid Baitul Atiq, imam Masjid Baitul Atiq dan TPQ Baitul Atiq.

Ketua Ta’Mir Masjid Agung Lintas Mangsang Irianto menceritakan bagaimana masjid ini terus dibangun dengan swadaya masyarakat. Ada yang punya kayu, ada yang memiliki triplek dibawa ke masjid.

“Pokoknya apa saja yang bisa disumbangkan jamaah, kita terima, ” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.