Perkuat Sinergi untuk Kepri Semakin Berseri

Perkuat Sinergi untuk Kepri Semakin Berseri

Gubernur H Nurdin Basirun mengajak masyarakat bersinergi untuk membuat Kepri semakin berseri. Anugerah besar dalam bentuk keberagaman dalam rumah besar Indonesia harus menjadi perekat dan pendorong kemajuan.

“Jauhilah fitnah yang ujungnya merugikan kita semua. Mari merapatkan barisan untuk bangsa ini,” kata Nurdin saat membuka Musyawarah Perkumpulan Keluarga Besar Pujakesuma, di Hotel 01 Batam, Ahad (18/2) siang.

Sepanjang Ahad ini, Nurdin menghadiri sejumlah kegiatan di Tanjungpinang dan Batam. Nurdin memulai aktivitas Ahad dengan bersafari Subuh Masjid Al Fajrul Mubarokah Kampung Suka Jaya, Tanjungpinang. Serangkaian acara di Batam ikut dihadiri Nurdin di antaranya Pelantikan Ormas Islam Kecamatan Lubuk Baja, Pelantikan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kepri, membuka Musyawarah I Pujakesuma Kepri dan menghadiri pembagian sembako di Kawasan Seraya Atas.

Menurut Nurdin, negara selalu hadir di tengah masyarakat. Pemerintah selalu menunggu kontribusi dari organisasi untuk membangun negeri. Karena, tidak mungkin bisa bekerja sendiri, tanpa dukungan dan peran serta semua pihak.

“Ayo saling membantu. Semua yang kita lakukan harus dirasakan manfaatnya untuk masyarakat,” kata Nurdin.

Nurdin juga menghadiri penyerahan 200 paket sembako di Seraya Atas. Menurut Nurdin, kehadirannya di tengah-tengah masyarakat bukanlah hal baru. Negara, memang harus selalu hadie di tengah-tengah masyarakat.

“Di tangan masyarakatlah doa selalu ada. Karena itu kami selalu bersilaturahmi. Silaturahmi yang membawa keberkahan,” kata Nurdin.

Saat Safari Subuh, Nurdin menyampaikan pemimpin itu harus selalu hadir di masyarakat. Kadang dia di depan, kadang di belakang. Pemimpin harus bisa melihat semuanya dan membuat kebijakan untuk kemaslahatan umat.

“Manfaatkan kekuasaan untuk ibadah. Mari berbuat baik bagi sesama,” kata Nurdin.

Nurdin juga mengingatkan abdi negara bekerja dengan ikhlas, sehingga memberi hasil maksimal. Tidak saling sikut untuk mendapatkan jabatan. Karena jabatan adalah amanah untuk dimanfaatkan  bagi kemaslahatan umat.(Jet/Tra/Humas)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.