Program Berkelanjutan untuk Generasi Kepri semakin Hebat

Program Berkelanjutan untuk Generasi Kepri semakin Hebat

Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah mengatakan bahwa perkembangan anak-anak sebagai generasi muda penerus bangsa harus terus menjadi perhatian. Pemerintah akan terus menggalangkan berbagai program kependudukan dan keluarga sebagai upaya mengembangkan potensi generasi muda, salah satunya adalah Keluarga Berencana (KB).

“Berbagai program yang telah ada yang selama ini dilakukan para petugas PLKB di berbagai tingkatan mulai dari desa juga posyandu sangat membantu dan ini harus terus lakukan dan jaga eksistensinya,” ujar Arif usai menghadiri Sarasehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan di The Gale-Gale Ballroom, Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (13/9).

Dalam sarasehan itu, Arif didampingi Kepala Barenlitbang Naharuddin, Kepala Dinas PMD Sardison, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Misni dan Kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi.

Lebih lanjut Arif mengatakan bahwa program-program yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) salah satunya KB tersebut merupakan salah satu progam yang baik untuk menjaga Kesehatan anak sejak dini.

“Kedepan kita akan melakukan sinkronisasi dan sinergisitas anggaran antar kegiatan BKKBN dengan kegiatan Pemerintah Daerah,” lanjutnya.

Sarasehan Nasional ini, dikatakan Arif menjadi penting sebagai wadah untuk menyatukan persepsi dan didapat pula berbagai masukan untuk dijadikan bahan penyempurnaan pelaksanaan setiap program-program kependudukan di daerah.

“Dengan berbagai program tersebut, pengembangan sumber daya manusia menjadi tepat sasaran dan  Ini menjadi konsen kita untuk ditindaklanjuti agar berbagai program BKKBN ini bisa terus berkembang di Kepri,” pungkas Arif.

Sarasehan yang mengambil tema “Mewujudkan Indonesia Maju dengan Keluarga Berkualitas”, di buka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo. Turut pula hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Elzadi Rosman dan Peneliti Senior LIPI Siti Zuhro.

Kelimanya berpartisipasi menjadi pembicara dalam diskusi panel dengan pembahasan antara lain: 1. Sinkronisasi Pembangunan Nasional dan Daerah dalam Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat (Mendagri); 2. Skenario Pembangunan Kependudukan, Menuju Indonesia Emas 2045 (Kepala Bappenas); 3. Grand Design Pembangunan Kependudukan dan Peluang serta Tantangan Bonus Demografi Indonesia (Kepala BKKBN); 4. Memperkuat BKKBN untuk Pembangunan yang Berkelanjutan (Gubernur Babel); dan 5. Membangun Smart Community untuk Kesejahteraan Keluarga (Peneliti Senior LIPI).

Dalam pada itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo mengatakan bahwa pembangunan manusia merupakan proses yang tidak pernah berhenti dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Dalam Pidato Presiden Jokowi beberapa waktu lalu mengenai kependudukan, Jokowi mengatakan bahwa dalam waktu beberapa tahun kedepan Indonesia akan berada di puncak bonus demografi.

“Maka fokus pembangunan SDM menjadi sangat penting dan perlunya strategi baru dalam mencapainya, salah satunya terkait pembangunan berwawasan kependudukan,” kata Hadi.

Masalah pengendalian kependudukan dilanjutkan Hadi menjadi penting, menjadi dasar dan parameter dalam pembangunan. Maka semua pihak terkait dituntut untuk terus bersinergi dan mensinkronisasikan langkah pembangunan berwawasan kependudukan.

“Tentu dalam sarasehan ini saya harap urusan kependudukan menjadi lebih fokus lagi tidak hanya menjadi tugas BKKBN namun semua pihak harus terlibat baik sejumlah Kementerian dan Daerah yang turut berperan aktif,” lanjutnya.

Gubernur Babel Elzadi Rosman selaku tuan rumah atas nama Pemerintah dan masyarakst Babel mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir. Sarasehan ini diharapkan menjadi penting sebagai pedmoman dalam menyusun anggaran dalam rangka pembangunan nasional dimulai dari keluarga.

“Semoga kegiatan ini menjadi dasar dan bekal dalam menyusun program program terencana dalam membangun Indonesia secara keseluruhan dimulai dari tahap keluarga,” kata Elzadi.

Kemudian, Kepala Dinas P3AKPS&PPKB Susanti melaporkan bahwa sarasehan Nasional ini merupakan satu kegiatan yang di inisiasi oleh Gubernur Babel dalam rangka menunjang program Kependudukan terutama menghadapi bonus demografi serta penguatan lembaga dari BKKBN itu sendiri.

Peserta dalam acara sendiri berjumlah sekitar 650 orang yang terdiri dari Sekda Provinsi dan Kepala Barenlitbang se-Indonesia, Kepala Barenlitbang Kabupaten dan Kota serta beberapa Pejabat Tinggi Madya dan Pratama BKKBN Pusat dan Daerah. (Ald)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *