Senandung Silaturahmi Datuk Alam Sati

Senandung Silaturahmi Datuk Alam Sati

Dinginnya kucuran air tak menghalangi aktivitas subuh itu. Hari masih menunjukkan pukul 04.00 WIB. Tiga puluh menit lagi beberapa orang akan bergerak dari Bukittinggi menuju Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ada rindu yang hendak dituju.

Ketika jarum jam menunjukkan angka 04.30 terlihat Nurdin Basirun, Gubernur Kepulauan Riau bersiap menuju mobil yang hendak membawanya ke Canduang, Kabupaten Agam. Jarak dari temlat Nurdin menginap diperkirakan 30 menit perjalanan. Waktu shalat subuh saat itu, Jumat (15/2) pada pukul 05.12 WIB.

Iring-iringan mobil melaju kencang. Menerabas kabut dan dinginnya alam Sumatera Barat. Dari jalan utama yang besar akhirnya sampai ke jalanan mulai mengecil. Sekitar 30 menit meninggalkan Bukittinggi, terlihat beberapa masyarakat berjalan kaki menuju masjid.

Masjid Al Khaira, Canduang, Kabupaten Agam, Sumbar inilah yang menjadi tujuan Nurdin. Beberapa jamaah sudah memenuhi masjid yang masih dalam
Proses pembangunan itu. Tampak penuh.

Beraktivitas sejak fajar adalah hal yang biasa bagi Nurdin. Dengan program Safari Subuh, Nurdin selalu berkeliling masjid-masjid se Kepri. Beribadah, silaturahmi dan berbelanja aspirasi. Semuanya memang bermuara untuk kemaslahatan umat.

Tapi, pertengahan Februari ini bukan Safari Subuh biasa. Senandung Silaturahmi lebih mengema di Ranah Minang. Ada pertemuan penuh kerinduan.

Usai Shalat Subuh, gorden pembatas antar jamaah lelaki dan perempuan mulai dibuka. Kata per kata mulai meluncur dari pembawa acara. Bahwa hari itu, ada seseorang yang istimewa sedang pulang kampung.

Tokoh adat negeri Canduang Kabupaten Agam menyampaikan sambutan. Kata dia, hari ini Gubernur Kepri bukan datang bertamu, tapi pulang kampung ke Ranah Minang.

Dai mengingatkan kilas balik sekitar delapan tahun lalu. Saat itu, tepatnya 17 Juli 2010, Nurdin Basirun yang sedang menjabat sebagai Bupati Karimun mendapat anugera gelar adat Datuak Alam Sati. Jadi ketika Nurdin hadir di Canduang, dia sedang pulang kampung.

Nurdin berterima kasih atas sambutan masyarakat Nagari Canduang. Kehadirannya juga untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat minang.

Bagi Nurdin, silaturahmi akan membawa pada keberkahan. Apalagi karakter islami begitu tampak pada masyarakat Nagari Canduang.

“Karakter yang kuat ini harus kita ikuti. Manusia-manusia beriman, berbudi luhur,” kata Nurdin.

Nurdin tidak banyak memberi sambutan. Usai memberi bantuan pribadi untuk pembangunan masjid, Bupati Karimun dua periode ini tampak lebih banyak bercengkrama dengan masyarakat di tengah suasana yang masih berkabut.

Nurdin pun menyampaikan untuk bersama-sama mendoakan H TS Arif Fadillah, yang tepat pada 15 Februari berusia 52 tahun.

Nurdin berbual lepas dengan masyarakat. Seperti orang yang sudah lama tak balik kampung. Disuguhi pisang goreng dan pulut, Nurdin menikmati silaturahmi pagi itu.(Tra/Humas)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.