Simpati Wagub di Penghujung Ramadhan

Simpati  Wagub di Penghujung Ramadhan

Setiap selesai melaksanakan safari ramadhan buka puasa dan sholat  tarawih berjamaah, selalunya  Wagub Kepri H Isdianto mengajak jamaah berbincang- bincang santai. 

Banyak hal dan persoalan yang dibicarakan dan disampaikan saat bincang – bincang tersebut. Dan semua permasalahan itupun ada yang langsung diiyakan, ditunggu untuk dibicarakan hingga  dipersilakan jamaah mengajukan sebuah proposal guna bisa diakomodir nantinya.

Malam itu usai melaksanakan buka puasa di Masjid Al Ikhlas Perum Persero dan Al Maghfiroh Palm Raya  Tanjung Sengkuang Batu Ampar Kota Batam, Isdianto memutuskan bergegas menuju rumah H Syarifudin. Dirumah yang sederhana tersebut, diliatnya sosok tua yang sudah sejak 2007 lalu mengalami stroke dan lumpuh.

Sebagai mantan peraih juara pertama MTQ Provinsi Riau dari kafilah Batam, tentu raihan prestasinya membumbungkan asa bangga yang luar biasa. Bahkan saat itu Walikota Administrasi Batam H Usman Darman dan Sekdako HM Sani, mengapresiasi Syarifudin dengan memberangkatkan haji ke Tanah Suci.

Namun kondisi saat ini berbanding terbalik. Fisik yang sudah tak berdaya, memaksa kewajiban sebagai kepala keluarga nyaris tak bisa dilakukannya. Kondisi ini berpengaruh kepada perekonomian keluarga, yang tidak bisa mencukupi apalagi memenuhinya.

Akhirnya putra beliau Muhmmad Khaerul Muarif yang tercatat sebagai siswa SMA 14 Batam di Tanjung Sengkuang, dikeluarkan pihak sekolah. Permasalahannya dipastikan karena ketidakmampuanya membayar uang sekolah. Saat itu Arif yang  duduk dikelas 10 harus angkat kaki dari sekolahnya.

Setahun sudah, anak yang harusnya masih belajar,  mengambil inisiasi membantu ekonomi keluarga. Mendengar itu Isdianto langsung memanggil Sekdis Pendidikan Kepri Faturahhman.  

“Fatur tolong secepatnya hubungi pihak sekolah, pastikan anak ini bisa kembali sekolah,“ kata Wagub setelah menanyakan kepada Arif yang kembali ingin bersekolah.

Isdanto pun pamit sambil mendoakan agar H Syarifudin  tabah dan sabar dalam menerima ujian dari Allah SWT. Selanjutnya masih di Tanjung Sengkuang, Isdianto lalu menuju rumah H Zulhanudin Lubis Ketua MUI Kecamatan Batu Ampar.

Penyakit gula yang sudah akut memaksa kakinya dioperasi. Nyaris kaki kirinya tinggal menyisakan  tulang saja.  Karena keseluruhan daging kakinya telah rusak.  Sehingga tim dokter RS Elisabeth Batam yang menangani operasinya, mengambil seluruh daging kaki yang rusak tersebut.

“Semoga  ujian yang diberikan Allah SWT sebagai penggugur dosa dan kesalahan. Tetap sabar semangat dan jangan pernah mengeluh dengan ujian yang diberikan Allah SWT,“ kata Isdianto saat melihat dan menjenguk H Zulhanudin Lubis juga dirumah sederhananya. 

Ikhtiar dan semangat dan keihlasan  dari keluarganya juga terus diperlihatkan. Pasca menjalani operasi 10 hari yang lalu, setiap harinya H Zulhanudin Lubis harus melakukan perawatan guna membersihkan nanah dan daging  kaki yang rusak tersebut. 

“Sehari sekali tim perawat rumah sakit datang melakukan perawatan. Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Sekali datang kita harus membayar Rp 450 ribu. Mudah-mudahan kami sanggup dan bapak bisa kembali sehat,“ kata istrinya. (Rfk)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.