Tampil Live di TV Nasional, Gubernur Paparkan Strategi Menggesa Vaksinasi Bagi Lansia di Kepri

Tampil Live di TV Nasional, Gubernur Paparkan Strategi Menggesa Vaksinasi Bagi Lansia di Kepri

 

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad tampil live di sebuah TV Nasional dalam acara dialog interaktif yang bertajuk ‘Kejar Vaksinasi Lansia Demi Indonesia Yang Lebih Sehat’, Kamis (7/10) melalui ruang kerjanya di lantai 4 Kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang.

 

Dalam kesempatan ini Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad berdampingan dengan beberapa narasumber lainnya seperti, dr. Dirga Sakti Rambe ahli penyakit dalam/vaksinologi, dr. Siti Nadia Tarmizi juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes dan Slamet Raharjo aktor senior/penerima vaksin. Adapun acara ini di pandu oleh Yohana Gabriel sebagai host.

Gubernur memaparkan, sasaran vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Provinsi Kepri sebanyak 87.128 orang. Jumlah tersebut diakui tidak terlalu banyak, hanya saja yang menjadi persoalan para lansia ini tinggal di 379 pulau dari 2.408 pulau yang ada di Pemprov Kepri.

Sementara menjangkau pulau-pulau yang ada di Kepri tidak semudah yang dibayangkan. Selain harus memakan waktu dan tenaga, juga tak jarang terhalang oleh cuaca ekstrim di laut.

Namun Gubernur bersyukur karena, meskipun demikian capaian vaksinasi Covid-19 di Kepri per 5 Oktober 2021 pada sasaran lansia, untuk dosis 1 mencapai 63,28 persen dan dosis 2 sebesar 42,88 persen.

“Menjaring para lansia ini mesti kita lakukan dengan strategi yang lebih khusus, agar para lansia yakin dan mau divaksin. Kita terus mendorong dengan mengedukasi, meliterasi para lansia dengan gencar,” ujar Gubernur.

Dalam setiap kesempatan kegiatan vaksinasi, baik di tempat vaksinasi umum, di puskesmas, di Rumah Sakit atau di perusahaan swasta, Pemprov Kepri terus menyampaikan perlunya vaksin bagi para lansia mendapatkan perhatian khusus berkaitan dengan vaksinasi. Dikarenakan kerentanan lansia jauh lebih besar dari masyarakat di usia lainnya.

“Kita mencontohkan beberapa literatur mengatakan bahwa kalau 200 lansia yang terkonfirmasi, diisolasi di rumah sakit bagi mereka yang sudah divaksinasi itu rata-rata tingkat kematiannya hanya 1 orang (0,5 %). Sementara kalau ada 200 lansia yang diisolasi karena terkonfirmasi Covid-19 dan belum di vaksinasi rata-rata tingkat kematiannya bisa mencapai 10 orang,” terang Gubernur.

 

Dalam hal percepatan vaksinasi di Kepri, lanjut Gubernur, Pemprov Kepri  terus mengedukasi masyarakat dan bahkan sampai ke kawasan-kawasan industri untuk mensukseskan ini. Pemprov Kepri bekerja sama dengan TNI-Polri, Organisasi vertikal yang ada di Kepri dan berbagai asosiasi untuk menyelenggarakan program vaksinasi masal bagi masyarakat, termasuk untuk para lansia. Tujuannya untuk menggesa pencapaian vaksinasi. Jika sekarang baru mencapai 63,28 persen, maka ditargetkan sampai akhir Oktober mencapai 90 persen.

“Bahkan salah satu strategi kita, hampir setiap kegiatan vaksinasi lansia ini, kita iringi dengan memberikan sembako kepada mereka. Itu lah, kesempatan kita mengedukasi mereka bahkan melalui para ustadz dan lainnya untuk melakukan itu,” ujar Gubernur lagi.

Menurut Gubernur, berbagai strategi humanis tersebut telah bisa dirasakan hasilnya. Dan sampai saat ini capaian 63,28 persen bukanlah hal yang mudah kalau memang kita menyasar kesemua tempat yang ada di Kepri,” kata Gubernur.

Gubernur juga memberikan target dan reward ke masing-masing Kabupaten/Kota. Seperti diantaranya, hingga  31 Juni 2021 bagi yang mencapai target vaksinasi termasuk lansia 50 persen akan diberikan penghargaan khusus kepada para Bupati dan Walikota, serta para Camat, termasuk Forkopimda yang ada di Kabupaten Kota tersebut.

“Saya yakin, mudah-mudahan Oktober dan November ini target vaksinasi 87.128 lansia di Kepri ini bisa kita capai. Ini kerja kita bersama, sasaran penting kita salah satunya adalah lansia. Mari kita bersama-sama jangan pernah lelah, jangan pernah lengah, kita wajib terus mengedukasi para lansia dengan cara apapun asal mereka benar-benar lulus skrining kesehatan untuk di vaksin,” pungkas Gubernur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.