Tegakan Protokol Kesehatan Guna Seimbangkan PC-PEN

Tegakan Protokol Kesehatan Guna Seimbangkan PC-PEN

Pjs. Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin menghadiri Rapat Pengelolaan Kawasan Industri Batam, Himpunan Kawasan Industri dan Batam Shipyard And Offshore bertempat di Alun-Alun Engku Putri, Batam, Selasa (3/11).

Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar menegaskan kepada semua pihak untuk bersama memikirkan langkah-langkah strategis di tengah pandemi agar penanganan Covid-19 dapat di tekan lajunya sejalan dengan tumbuhnya kembali perekonomian yang sempat merosot.

“Berdiam diri saja tidak akan membuat roda perekonomian menjadi produktif. Kuncinya adalah penegakan disiplin protokol kesehatan,” tegas Bahtiar.

Penegasan tersebut bukan tanpa alasan, pandemi lanjut Bahtiar menyebabkan hampir semua sektor kehidupan terkontaminasi, apalagi setelah beberapa bulan menghadapi musuh bersama yang hampir dirasakan seluruh negara di dunia ini sudah di ketahui bagaimana cara menghindari dan menekan lajunya.

“Cara menekannya adalah dengan protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) yang harus diterapkan di semua lini kehidupan sehingga menjadi kebiasaan hingga vaksin bisa ditemukan,” lanjutnya.

Untuk kota Batam sendiri, dari catatan kasus terkonfirmasi hingga hari ini masih menunjukan angka yang penanganannya belum di lakukan secara maksimal dan merata.

“Inilah pentingnya kebersamaan, menjadi pelopor dan agen perubahan untuk menerapkan protokol kesehatan, saling mengingatkam baik dalam lingkup keluarga juga lingkungan sekitar,” tambahnya lagi.

Ditambah lagi jika dikaitkan dengan perekonomian. Laju perekonomian Kepri secara garis besar turut dipengaruhi dari Kota Batam. Perlu upaya perbaikan regulasi dan mengubah paradigma pembangunan agar Kepri tidak selalu bergantung hanya di satu kawasan saja.

Batam yang sebagian besar begerak dibidang industri tentu diharapkan dapat terus beroperasi, syaratnya semua harus tegakan disiplin protokol kesehatan. Saya setuju dengan adigium bahwa covid mematikan manusia dan ekonomi mematikan kehidupan. Kita tidak boleh berdiam diri,” tambahnya lagi.

Sebagai pemimpin daerah, meskipun hanya sementara Bahtiar bertekad untuk mencari jalan keluar dalam pemulihan ekonomi di Kepri.

Seperti mengupayakan kembali di bukanya pintu-pintu masuk (pelabuhan dan Bandara), kemudian Bahtiar juga mengajak para pelaku usaha untuk bersama meyakinkan pihak-pihak eksternal agar pintu tersebut dapat kembali terbuka.

Kepada perusahan-perusahan pun Bahtiar berpesan untuk wajib menyiapkan alat pertahanan tubuh salah satunya adan vitamin serta kelengkapan alat pelindung diri lainnya seperti masker, faceshield dan sarung tangan.

Di akhir arahannya, Bahtiar mengatakan sesuai rencana pada 10 November mendatang, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian akan ikut hadir langsung dalam acara pembagian masker di Kepri.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pjs. Wali kota Batam Syamsul Bahrum, Sekda kota Batam Jefridin, Ketua Kadin Provinsi Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana, Ketua HKI Kepri Oka Simatupang, Ketua Apindo Kepri Cahya, hadir pula OPD Pemprov yakni Plh. Asisten Pemerintahan Sardison, Kepala Dinas Kesehatan Moh Bisri, Kepala Pelaksana BPBD Budiharto, Kabiro Umum Martin Maromon dan Plt. Kabiro Humas, Protokol dan Penghubung Zulkifli.

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.